Alor, Bagai Gadis Cantik Yang Belum Dirias

By | March 29, 2017

ALOR, Berita Update – Bagaikan seorang gadis cantik yg belum dirias. Itulah ungkapan yg tepat untuk Kabupaten Alor di Nusa Tenggara Timur. Kalimat kiasan tersebut disebutkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Alor, Florence Gorang Mau ketika ditemui di acara Media Trip Alor bersama WWF Indonesia, di Kalabahi, Alor, Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/3/2017).

“Alor milik wisata budaya, alam, dan sejarah. Untuk alam ada wisata pegunungan, pantai, dan bawah laut. Saat ini kami memang fokus ke wisata bahari karena daerah kepulauan dari sisi wilayah laut lebih luas dari daratan,” kata Florence Gorang Mau yg akrab disapa Flora.

Alor memang memiliki pesona tersendiri. Wilayahnya yg belum ramai turis dan belum dijamah oleh investor besar membuat Alor justru menjadi memikat.

Contohnya ketika pergi ke Pantai Mali di Kota Kalabahi yg yaitu Kota Kabupaten Alor, wisatawan bisa mengunjungi pantai dengan pasir halus yg putih, air bewarna biru muda, dan pemandangan Teluk yg luar biasa indah.

Suasananya sepi tanpa ramai wisatawan. Padahal pantai tersebut tidak jauh dari pusat Kota Kalabahi. Sekitar 15-20 menit berkendara.

Untuk wisata bahari, Alor juga telah lama dikenal sebagai salah sesuatu surga untuk para penyelam. Ada 42 situs selam yg diketahui dan masih banyak yg belum terkeksplor.

“Alor ini terkenal dengan visibility (kejernihan), mamalia laut, kontur drop off, dan berarus untuk para penyelam,” kata Site Coordinator WWF Indonesia Seram Seas, Tutus Wijanarko.

Saking indah pemandangan bawah lautnya tahun 2016 Alor mendapat penghargaan sebagai tempat menyelam terpopuler di Anugerah Pesona Indonesia tahun 2016.

dok. WWF Indonesia Perairan Alor, Nusa Tenggara Timur.

Selesai diving, kata Flora, wisatawan bisa menjelajah Alor dengan mengunjungi Desa Takpala, Desa Bampalola, dan Desa Kopidil yg terkenal dengan budaya. Penggunaan rumah adat khas NTT, tarian lego-lego, dan tarian cakalele. Bagi pecinta sejarah dan religi bisa berkunjung ke Desa Alor Besar dimana ada Al Quran dari kulit kayu yg telah berusia ratusan tahun.

Alor sendiri ketika ini sangat terbuka dengan kehadiran investor. Sebab akses dan topografi Alor cukup menantang.

Menurut data dari Dinas Pariwisata Alor, ada sekitar 1.390 wisatawan mancanegara yg berkunjung ke Alor sepanjang tahun 2016. Jumlah tersebut masih sangat sedikit. Namun di sisi lain, Alor jadi destinasi yg cocok untuk wisatawan tidak menyukai keramaian.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply