Sosialisasi “Yellow Box Junction”, Perlu Petugas Khusus

By | March 29, 2017

Jakarta, KompasOtomotif – Sejauh pandangan mata, aturan Yellow Box Junction (YBJ), masih belum banyak dimengerti oleh pengendara di jalan. Padahal marka garis kuning berbentuk persegi, yg digambar di atas persimpangan jalan ini, ditujukan buat mencegah arus kendaraan terkunci, yg mampu menyebabkan kemacetan parah.

Sederhananya, kendaraan dari arah yang lain tak boleh berjalan, sebelum YBJ kosong dari kendaraan-kendaraan yg mengantre, meski telah lampu hijau. Aturan ini telah diperkenalkan sejak 2010 lalu, tetapi sampai ketika ini belum terealisasi dengan baik.

“Sebenarnya perlu membentuk tim khusus, seperti petugas di jalur Transjakarta, yg cuma fokus menangani YBJ. Jadi masyarakat saat mulai melewati itu, telah di jaga oleh petugas, walaupun lampu hijau dan masih ada kendaraan yg mengantre di dalam YBJ, tak boleh jalan,” ujar Perwira NTMC Polri, AKP Restu Indra kepada KompasOtomotif, Minggu (26/3/2017).

Baca juga : IMI Bantu Sosialisasikan “Yellow Box Junction”

“Harus ada petugas dulu yg memberi tahu, dan dijelaskan kalau ada YBJ. Kendaran masih harus antri, sampai seluruh kendaraan keluar dari YBJ. Setelah kosong baru dapat lewat,” ucap Restu.

Restu menambahkan, selama polisi belum turun, masyarakat dapat dipastikan belum optimal mematuhi dan mengenal marka tersebut. Lebih dari itu juga, harus ada shock terapi, mungkin awalnya teguran, bagi pemahaman, baru kemudian dapat ditilang, sesuai aturan undang-undang.

”Memang harus ada atensi, sama seperti ketika dulu menyosialisasikan penggunaan sabuk pengaman dan penggunaan helm. Dahulu sabuk pengaman  belum ngetren, mengemudi menganggapnya cuma hiasan. Namun ketika ini, seluruh telah paham, walaupun masih ada dua yg lupa,” ucap Restu.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply